Home

Catatan Pinggir
Penyebab Hidup Terasa Berat
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Tax Amnesty Proyek Bohong
Oleh : Salamuddin Daeng

Antara Ikhtiar dan Rezeki
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Jangan Mengatur Allah
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Bijak Sikapi Ujian Hidup
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Tawakal seperti Burung
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Antara Doa dan Pemberian Allah
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Jalani Hidup Tanpa Keluhan
Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

Semua Hanya Titipan
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Narsis, Pintu Gerbang Gila
Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

Inilah Jenis-Jenis Kezaliman Penguasa
Oleh : Bambang Wiwoho

Jangan Bercita-cita Jadi Ulama
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Kebeningan Hati dan Keheningan Jiwa
Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

Bencana Menimpa Karena Kesalahanmu
Oleh : Didi Kurnia

Berkaca Bantuan Asing di Bencana Asap Riau 2005
Oleh : Haidir Anwar Tanjung

Politik Tanpa Nurani
Oleh : Saifuddin Al Mughni

Kembalikan Jatidiri PAN
Oleh : FENDRI JASWIR

Kaharuddin Nasution Korps Baret Merah Serba Bisa
Oleh : H. Mulyadi

Tayangan Sinetron Belum Mengerti Industri Kreatif
Oleh : Dina Fitri

Antara Tahun Baru Masehi vs Tahun Baru Hijriah di Mata Masyarakat
Oleh : Aulia Agung Dermawan


Tax Amnesty Proyek Bohong
Oleh : Salamuddin Daeng

SEBAGAIMANA diperkirakan sebelumnya, bahwa proyek tax amnesty pemerintahan Jokowi akan gagal total. Seluruh asumsi yang dibuat menyangkut target penerimaan APBN telah gagal total.

Demikian pula halnya dengan target repatriasi asset, target deklarasi kekayaan, hanyaah ilusi atau mungkin hanyalah angan angan pemerintah saja.

Bagaimana bisa?. Di tengah klaim keberhasilan tax amnesty yang dilakukan dalam tahun 2016, ternyata penerimaan pajak pemerintah tidak mengalami kenaikan yang berarti dibandingkan dengan penerimaan pajak tahun 2015. Padahal kondisi ekonomi 2016 sedikit membaik dibandingkan tahun 2015.

Penerimaan pajak secara keseluruhan per 31 Desember 2016 mencapai Rp1.105 triliun, atau sebesar 81,54 persen dari target penerimaan pajak di APBN Perubahan 2016.

http://bisnis.liputan6.com/read/2693979/penerimaan-pajak-capai-81-persen-dari-target-2016

Sementara penerimaan pajak tahun 2015 senilai Rp1.055 triliun. Jumlah tersebut mencapai 81,5 persen dari yang ditargetkan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.

http://bisnis.liputan6.com/read/2403217/realisasi-penerimaan-pajak-2015-capai-815-dari-target

Dengan demikian hanya ada tambahan penerimaan pajak sebesar Rp50 triliun pada tahun 2016 ini. Fakta ini menunjukkan bahwa tax amnesty hanyalah dagelan yang memalukan.

Ada apa? Jangan jangan tax amnesty justry menghapus kewajiban atau utang pajak pengusaha pengusaha kelas kakap dan pemerintah hanya menyasar pengusaha dan masyarakat kelas teri.

Dugaan ini beralasan, karena jika ditelusuri lebih jauh penerimaan pajak tidak berasal dari tambahan tax amnesty. Perhatikan berikut penerimaan pajak yang melebihi target seperti :

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah mencapai Rp262,4 triliun atau melebihi target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan 2016 sebesar Rp 245,1 triliun. http://www.antaranews.com/berita/604843/kemenkeu-pencapaian-pnbp-2016-melebihi-target

Ada kenaikan yang besar dari pajak pasar modal. Sebagaimana dikatakan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, kontribusi industri pasar modal ke penerimaan pajak 2016 mencapai Rp110 triliun atau sekitar 9,95 persen dari realisasi penerimaan pajak 2016 yang mencapai Rp1.105 triliun.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/10/123108626/kontribusi.pajak.pasar.modal.sepanjang.2016.mencapai.rp.110.triliun

Pertanyaannya lainnya kemana pajak yang diperoleh dari tax amnesty ? jika benar ada repatriasi asset tentu akan memiliki dampak multiflier ekonomi yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak. Mengapa tidak terjadi ?

Jangan-jangan korupsinya dan manipulasi makin menggila? Sebagaimana dikatakan Sri Mulyani bahwa dirjen pajak adalah direktoorat Jenderal Korupsi. Sri Mulyani Salah Sebut Ditjen Pajak Jadi Direktorat Jenderal Korupsi.

http://economy.okezone.com/read/2016/12/01/320/1556411/sri-mulyani-salah-sebut-ditjen-pajak-jadi-direktorat-jenderal-korupsi

Lebih menggelikan lagi adalah data data yang disampaikan pemerintah tentang penerimaan pajak, tax amnesty, repatriasi, deklarasi, semua tidak singkron antara satu dengan lainnya. Baiknya Pak Jokowi sebagai presiden memeriksa langsung aparat pajak negara ini. Tertibkan !!! (rmol.co}

Penulis merupakan pengamat ekonomi energi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) 
Tax Amnesty Proyek Bohong
 
Home | Politik | Hukrim | Ekbis | Seksologi | Olahraga | Kesehatan | Selebritis | Sosial | Lingkungan | Serba-Serbi |
Handphone | Film | Kuliner | Otomotif | Liputan Malam | Kawula Muda | Index
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk