Home
Kamis, 04/06/2020 - 19:09:47 WIB

Selasa, 02/06/2020 - 20:39:09 WIB
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Selasa, 02/06/2020 - 20:07:41 WIB
Banyak Calon Penumpang Ditolak Terbang
Selasa, 02/06/2020 - 19:40:05 WIB
Hari Ini Dua PDP di Pekanbaru Meninggal Dunia, Jubir Sebut Keduanya berasal dari Kecamatan Ini
Selasa, 02/06/2020 - 19:17:40 WIB
Direstui Yasonna Laoly, Gelombang Rakyat Indonesia Kini Resmi Disebut Partai Politik
Selasa, 02/06/2020 - 10:50:52 WIB
WHO Konfirmasi Virus Ebola di Kongo, Netizen: Semoga Enggak Jadi Pandemi Baru
Selasa, 02/06/2020 - 06:39:27 WIB
Sulit Tidur Saat Pandemi, Alasan Dwi Sasono Hisap Ganja
Selasa, 02/06/2020 - 06:28:45 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
Senin, 01/06/2020 - 14:13:32 WIB
MPR Desak Polri Tak Tahan Ruslan Buton Karena Pakai Pasal Karet
Senin, 01/06/2020 - 14:12:38 WIB

Senin, 01/06/2020 - 13:03:18 WIB
Bulan Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Presiden Jokowi
Senin, 01/06/2020 - 13:02:30 WIB
Polsek Daha Selatan Diserang, 1 Polisi Meninggal Disabet Samurai
 
Jembatan Siak IV Jadi Ladang Bisnis,
Kawasan Jembatan Siak IV Jadi Ladang Bisnis, Ada yang Pungut Biaya Rp400 Ribu

Rabu, 22/05/2019 - 19:20:34 WIB

Jembatan Siak IVJembatan Siak IV

Politikriau.com PEKANBARU - Sejak dibuka beberapa waktu lalu, kawasan Jembatan Siak IV menjadi ladang bisnis beberapa oknum. Di sepanjang jalan menuju jembatan di Kecamatan Rumbai Pesisir banyak ditemukan kios atau lapak dagangan.

"Sudah ada di lapangan pedagang kaki lima mengkapling-kapling (lahan di area  jembatan Siak IV)," kata Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan kepada Wartawan, Rabu (22/5/2019).

Kata dia, bahkan ada kelompok masyarakat yang memungut biaya untuk mendapatkan tempat berjualan di area itu. Selain bayar tempat, uang listrik juga dipungut oleh oknum tertentu.

"Ada yang katanya Rp400 ribu. Kemudian listrik bayar Rp10 ribu," ungkapnya.

Menyikapi ini, kata Azwan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas teknis. Bahkan, Pemko Pekanbaru sudah memberikan peringatan pertama sejak seminggu lalu.

"Pak Walikota sudah melakukan perintah untuk menertibkan itu. Peringatan pertama itu satu minggu, sudah habis masanya. Kemudian peringatan kedua selama tiga hari," jelasnya.

Ketika peringatan kedua tidak diindahkan oleh para pemilik lapak, Pemko Pekanbaru akan mengerahkan tim yustisi untuk membongkar paksa. Jika tidak dibongkar dalam waktu dekat, Pemko Pekanbaru khawatir ini akan sulit dibongkar.

Sebab, kata Azwan, kios atau lapak yang didirikan di area itu bukan hanyak lapak dari kayu. Bahkan ada yang sudah mendirikan bangunan semi permanen.

"Ini banyak mudoratnya, di samping membahayakan pengendara jalan, yang lebih parah itu pengkaplingan lahan. Jika ini tidak ditertibkan sekarang ini akan menjadi rumah liar yang susah untuk ditertibkan," tegasnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020