Home
 
Bisnis Kuliner Ala Kafe dan RM di Rohul Terus Menjamur
Di Tengah Ekonomi Sulit, Bisnis Kuliner Ala Kafe dan RM di Rohul Terus Menjamur

Minggu, 28/04/2019 - 23:13:25 WIB

Peresmian usaha kulier Qailla Cafe sekaligus Resto Rumah Makan Melayumikik di Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.Peresmian usaha kulier Qailla Cafe sekaligus Resto Rumah Makan Melayumikik di Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.

Politikriau.com PASIR PANGARAIAN - Di tengah sulitnya ekonomi masyarakat akibat anjloknya harga komoditi pertanian Kelapa Sawit maupun karet sebagai penghasilan utama sebagian besar masyarakat di Rokan Hulu (Rohul), namun usaha kuliner di Rohul khususnya kawasan Pasir Pangaraian terus menjamur.

Seperti warga Jalan Jenderal Sudirman RT 02 Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Minggu (28/4/2019) siang, Ketua RT 02 H Riansyah di Dusun tersebut, meresmikan usaha kulier Qailla Cafe sekaligus Resto Rumah Makan Melayu, yang juga dihadiri Kades Pematang Berangan Maisar, milik Rudianto.

Kegiatan persemian usaha kulier Qailla Cafe sekaligus Resto Rumah Makan Melayu di Jalan Jenderal Sudirman, Pasir Putih, Pasir Pangaraian, sekaligus acara syukuran bersama anak yatim piatu dan warga sekitar. Syukuran dengan makan bersama juga dimaksudkan untuk menyambut masuknya Bulan Suci Ramadan 14140 Hujriyah.

Ditanya ke Rudianto mengapa dirinya berani membuka usaha kuliner kafe serta RM, sedangkan kini sudah banyak berdiri usaha kulier berupa kafe bahkan sejumlah RM yang dulunya menjual nasi bungkus harganya di atas Rp15 000 per porsi kini banting harga menjadi serba Rp10 ribu, dirinya menyatakan walaupun sulit namun usaha kuliner di Pasir Pangaraian tetap berkembang dengan baik. 

“Memang usaha kuliner menjual makanan dan minuman sudah mulai menjamur di Rohul, khususnya di Pasir Pangaraian. Namun saya melihat prospeknya cukup bagus dan menjanjikan, dan kita membuat konsep dengan harga terjangkau, diberi fasilitas WiFi gratis, kemudian RM yang kita buka menu-menunya juga masakan khas kampung juga ada makanan laut,” kata Rudi.

Rudianto juga mengatakan, dengan membuka kafe dan RM miliknya, dirinya juga dapat membantu pemuda di sekitar tempat tinggalnya bekerja. Kini dirinya bisa mempekerjakan 1 karyawan pria dan 2 karyawati.

“Kemudian, nantinya makanan yang kita jual juga menunya berbeda dengan di kafe dan RM lainnya. Kita buka dari jam 10.00 hingga 23.00 WIB, dan diberi fasilitas wifi gratis. Pangsa pasar kita, yakni para pemuda dan warga yang berkunjung ke Masjid Agung Islamic Centre Rohul, apalagi RM makanan khas Rohul belum ada di Pasir Pangaraian, sehingga dengan menu dan makanan yang kita sediakan saya optimis usaha kuliner kita bisa berjalan dengan baik,” jelas Rudianto.

Home
Redaksi & Disclaimer
jewelry lace wigs Copyright 2018