Home
Jumat, 03/07/2020 - 22:54:32 WIB
Pemko Akan Tutup Mal Pekanbaru dan Isolasi Pegawai Lain
Jumat, 03/07/2020 - 22:16:57 WIB
Karyawan Tenan Positif Covid-19, Pihak Mal Pekanbaru Minta Pengunjung Tetap Tenang
Jumat, 03/07/2020 - 17:02:50 WIB
Tracing Pasien Positif Corona di Kuasing, 75 Orang Diswab Massal
Jumat, 03/07/2020 - 15:48:53 WIB
Istri Bupati Kutai Timur yang Ikut Terkena OTT KPK Ternyata Menjabat Ketua DPRD
Jumat, 03/07/2020 - 15:48:21 WIB
Hari Ini Riau Tambah 4 Kasus, Berikut Data Sebaran Kasus Positif Corona di Indonesia
Jumat, 03/07/2020 - 15:48:18 WIB
Pertama Dalam Sejarah, Hamas dan Fatah Sepakat Bersatu Lawan Gempuran Israel
Jumat, 03/07/2020 - 15:12:17 WIB
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Praja Wibawa
Jumat, 03/07/2020 - 11:30:25 WIB
Pasien Covid-19 Ini Mengalami Ereksi Selama 4 Jam, Dokter Kelabakan
Jumat, 03/07/2020 - 11:29:24 WIB
Jenazah Korban Covid-19 DIcampakkan dengan Kasar Oleh Petugas Medis, Netizen Murka
Kamis, 02/07/2020 - 20:36:42 WIB
Ketua DPRD Riau Enggan Berkomentar
Kamis, 02/07/2020 - 18:52:23 WIB
Kapolri Idham Aziz Minta Polisi Yang Terjerat Narkoba Dihukum Mati
Kamis, 02/07/2020 - 06:28:14 WIB
Hakim halangi penerbitan buku keponakan Presiden Donald Trump yang ungkap penipuan dan penggelapan
 
Imam Nahrawi Vonis Hari Ini
Imam Nahrawi Sidang Vonis Hari Ini, Sempat Seret Nama Taufik Hidayat

Senin, 29/06/2020 - 07:31:29 WIB

Politikriau.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengagendakan sidang putusan alias vonis terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pada hari ini. Sidang putusan rencananya akan digelar pukul 10.00 WIB.

Politikus PKB itu  akan menjalani sidang vonis atas kasus suap dan gratifikasi terkait percepatan proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Insya Allah sidang putusan Pak Imam (Nahrawi) hari senin ini, jam 10 pagi," kata Penasihat Hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2020.

Wa Ode mengaku belum mengetahui apakah kliennya akan dihadirkan di Pengadilan Jakarta Pusat, atau hanya lewat video conference. Namun Wa Ode mengaku sudah meminta agar Imam Nahrawi bisa dihadirkan secara langsung di pengadilan.


"Beberapa waktu yang lalu, saat pemeriksaan saksi, kami sudah mohon agar pak Imam bisa dihadirkan di persidangan, bahkan Majelis Hakim juga menyampaikan agar sebaiknya saat pemeriksaan terdakwa, JPU bisa menghadirkan Pak Imam di Pengadilan, tapi pihak KPK tidak memberikan izin," kata Wa Ode.


Dikonfirmasi terpisah, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri berharap hakim bisa jeli melihat semua fakta-fakta hukum sebagaimana telah terkuak di persidangan sehingga menyatakam terdakwa terbukti seperti dakwaan dan tuntutan jaksa.

Jika dalam waktu satu bulan setelah inkrach tidak dibayar maka harta benda Imam Nahrawi bakal disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Namun, jika Dia tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka akan dipidana penjara selama 3 tahun.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta mencabut hak politik Imam Nahrawi selama lima tahun setelah menjalani pidana pokoknya.



Jaksa meyakini Nahrawi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi suap Rp 11.500.000.000 bersama-sama dengan mantan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Uang itu disebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.


Jaksa juga meyakini Imam Nahrawi terbukti bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp8.648.435.682 bersama-sama Ulum. Ulum berperan sebagai perantara uang yang diterima dari berbagai sumber untuk Imam Nahrawi. Sementara Imam di persidangan sebelumnya juga sempat menyebut nama mantan pebulutangkis dunia dari Indonesia Taufik Hidayat yang menurutnya juga layak dijadikan tersangka.

Uang itu disebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.


Jaksa juga meyakini Imam Nahrawi terbukti bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp8.648.435.682 bersama-sama Ulum. Ulum berperan sebagai perantara uang yang diterima dari berbagai sumber untuk Imam Nahrawi. Sementara Imam di persidangan sebelumnya juga sempat menyebut nama mantan pebulutangkis dunia dari Indonesia Taufik Hidayat yang menurutnya juga layak dijadikan tersangka.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020