Politikriau.com  Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) rencanakan" />
 
Home
Jumat, 10/07/2020 - 21:34:57 WIB
Dua Kapal China Ditangkap, Ada Jasad ABK WNI di Dalam Freezer
Jumat, 10/07/2020 - 13:10:28 WIB
KPK Periksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Terkait Suap Nurhadi
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
Kamis, 09/07/2020 - 14:49:16 WIB
Kapolda Kepri: ABK asal Indonesia dan Philipina Disiksa WNA China
Kamis, 09/07/2020 - 14:48:27 WIB
Tidak Menguasai, Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan
Kamis, 09/07/2020 - 07:54:02 WIB
Rusia Ingin Perselisihan Antara Palestina Dan Israel Diselesaikan Dengan Solusi Adil Dan Abadi Bukan
 
Aziz Syamsuddin Dilaporkan Ke MKD
Diduga Minta Fee, Aziz Syamsuddin Dilaporkan Ke MKD

Senin, 13/01/2020 - 14:07:57 WIB

Politikriau.com Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) rencanakan untuk membuat laporan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus korupsi yang menyeret Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsudin.

Kuasa Hukum KAKI, Agus Rihat Manalu menyebut Aziz diduga terlibat kasus mafia anggaran yang menjerat pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo saat menjabat Ketua Badan Anggran DPR.

Politikus Golkar itu diduga meminta fee 8 persen dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dari Bupati Lamteng Mustafa.

“Kenapa kita laporkan juga ke MKD, karena selama ini kita tahu yang paling banyak maen-maen adalah para wakil rakyat,” ucap Agus di Sekretariat MKD, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/1).

Bukan sekadar tuduhan, kata Agus, dugaan penerimaan suap Aziz diakusi sendiri oleh Mustafa.

“Jadi permintaan fee ini, terungkap atau terkuak atas pengakuan dari mantan Bupati Lampung Tengah yaitu Mustafa yang saat ini sudah masuk dan sudah disidangkan perkaranya," jelasnya.

KAKI berharap agar kasus tersebut segera diproses lebih lanjut agar anggota Dewan bisa dicap bersih sebagai representasi rakyat Indonesia.

“Supaya proses hukum itu tidak setengah-setengah, artinya ini jangan berhenti di Mustafa tapi rentetannya harus ditarik,” demikian Agus. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020