Politikriau.com  – Ketua Aliansi Anak Bangsa yang juga Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Al" />
 
Home
Minggu, 05/07/2020 - 11:32:28 WIB
19 Hotspot Tersebar di Wilayah Riau Hari ini
Minggu, 05/07/2020 - 10:23:06 WIB
Massa umat Islam dan para santri di depan Polres Tasikmalaya
Minggu, 05/07/2020 - 10:13:50 WIB
Pria di India Ini Pakai Masker Corona Berlapis Emas 60 Gram
Minggu, 05/07/2020 - 09:59:36 WIB
Tito Karnavian Ajak Influencer Medsos Mainkan Isu Penanganan Covid-19 di Pilkada
Sabtu, 04/07/2020 - 20:52:20 WIB
Publik Ingin Yasonna dan Luhut Hilang dari Kabinet
Sabtu, 04/07/2020 - 20:51:33 WIB
Pelaku Penganiaya Ojek Online Sudah Diamankan
Sabtu, 04/07/2020 - 13:43:56 WIB
Ini Kronologis OTT Bupati Kutai Timur Terkait Suap Proyek
Sabtu, 04/07/2020 - 13:27:25 WIB
Nama Ahok Diisukan Masuk Sebagai Menteri Jika ada Reshuffle, Andre Rosiade: Nggak Ada Prestasinya
Sabtu, 04/07/2020 - 12:37:00 WIB
Kocak Nih, Menteri Jokowi Jualan Kalung Anti Corona
Jumat, 03/07/2020 - 22:54:32 WIB
Pemko Akan Tutup Mal Pekanbaru dan Isolasi Pegawai Lain
Jumat, 03/07/2020 - 22:16:57 WIB
Karyawan Tenan Positif Covid-19, Pihak Mal Pekanbaru Minta Pengunjung Tetap Tenang
Jumat, 03/07/2020 - 17:02:50 WIB
Tracing Pasien Positif Corona di Kuasing, 75 Orang Diswab Massal
 
Jokowi Diminta Copot Menhan Terkait Natuna
Jokowi Diminta Copot Menhan Terkait Natuna, Ini Respons Prabowo

Kamis, 09/01/2020 - 20:25:10 WIB

Politikriau.com  – Ketua Aliansi Anak Bangsa yang juga Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212,Damai Hari Lubis meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Prabowo Subianto dari jabatan Menteri Pertahanan periode 2019-2024. Sebab, Prabowo beda sikap soal konflik antara Indonesia dengan China di Perairan Natuna.

Ternyata, Prabowo tetap santai dan tenang, tidak marah soal adanya usulan tersebut. Meskipun, ia mengaku belum tahu siapa yang menginginkannya dicopot. Namun, Prabowo menganggap wajar di tengah era demokrasi seperti sekarang ini.

“Boleh saja. Silakan saja bicara. Kita kan negara demokrasi, orang boleh bicara apa saja," kata Prabowo, Kamis, 9 Januari 2020, dikutip dari VIVAnews.


Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini juga tidak masalah dibilang lembek oleh orang lain terkait konflik antara Indonesia dengan China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

“Enggak apa-apa (dibilang lembek)," ujarnya.

Jangan dipanasin lagi

Prabowo tetap melihat polemik di Perairan Natuna terkait cara pemerintah China bisa diselesaikan dengan baik-baik, meskipun Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa Natuna adalah bagian Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) yang tak bisa ditawar lagi.

"Ya kan jelas beliau katakan kedaulatan harga mati. Tapi, kita jangan kita panas-panasin ya," katanya.

Sebelumnya, Prabowo jadi sorotan karena pernyataannya terkait konflik di Perairan Natuna. Menurut dia, upaya diplomasi menjadi tahapan dengan China. Karena, China adalah sahabat sehingga bisa diselesaikan dengan baik.

“Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimana pun China negara sahabat. Kita cool (tenang) saja,” ujar 

PA 212 tak desak Prabowo dicopot

Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan menegaskan berita adanya permintaan supaya Presiden Jokowi mencopot Prabowo dari jabatan Menteri Pertahanan bukan pernyataan resmi dari PA 212. 

“Terkait dengan berita PA212 meminta Jokowi copot Menhan, maka bersama ini kami menyatakan berita itu bukan atas nama PA 212,” kata Haikal kepada VIVA.

Menurut dia, pernyataan Damai Hari Lubis itu atas nama pribadi, sehingga tidak ada hubungan apapun dengan PA 212. Apalagi, menurutnya, Damai sudah tidak lagi menjadi pengurus dalam struktur PA 212.

“Kami sampaikan yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari divisi hukum sejak 6 bulan yang lalu,” ucapnya.


Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020