Politikriau.com  Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) lantara" />
 
Home
Jumat, 10/07/2020 - 22:43:53 WIB
Pintu Bandara Menuju Kota Memanas, Tolak TKA China Gelombang 3
Jumat, 10/07/2020 - 22:43:11 WIB

Jumat, 10/07/2020 - 22:43:08 WIB
Lempar Alquran di Depan Warga
Jumat, 10/07/2020 - 21:34:57 WIB
Dua Kapal China Ditangkap, Ada Jasad ABK WNI di Dalam Freezer
Jumat, 10/07/2020 - 13:10:28 WIB
KPK Periksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Terkait Suap Nurhadi
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
 
Ichsanudin Noorsy: BBM Turun Itu Karena Jonan
Ichsanudin Noorsy: BBM Turun Itu Karena Jonan, Bukan Ahok!

Selasa, 07/01/2020 - 06:36:24 WIB

Politikriau.com Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) lantaran andil dari Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah anggapan yang salah.

"Jadi kalau Ahok bilang sampai kesel dengan harga macam-macam, kemudian dia berhasil nurunin, salah. Itu keputusannya (mantan Menteri ESDM) Jonan kok," kata pengamat ekonomi, Ichsanudin Noorsy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/1).

Menurutnya, formula yang diterapkan mantan Menteri Ignasius Jonan dalam menetapkan harga BBM di tahun 2019 terlalu mahal.

Berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 187 K/10/MEM/2019 yang dikeluarkan pada 7 Oktober 2019, memuat formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yangdisalurkan melalui SPBU atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

"Formula barunya adalah, untuk ron di bawah 92, MOPS (Mid Oil Platts Singapore) kali seribu kali 10 persen. Sementara untuk di atas 95, MOPS kali 1.200 kali 5-10 persen, batas bawah 5, batas atas 10 persen," sambungnya.

"Itu dampak dari formula berdasarkan keputusan Menteri ESDM 2019 di bawah Jonan, ya harga pertamax menurun. Makanya saya bilang, formula yang lama itu harga pertamax kemahalan," sambungnya.

Di sisi lain, penurunan harga BBM ini dinilainya sebagai bentuk kegagalan pengertian pemerintah yang menentukan harga BBM berdasarkan harga keekonomian.

"Yang dimaksud harga keekonomian di situ kan pada hakikatnya harga pasar. Artiny harga pertamax maupun harga petralite dan harga solar itu tunduk pada mekanisme pasar, cuma yang nentuin pemerintah," bebernya.

"Ini dampak dari kegagalan pengertian pemerintah tentang harga BBM," tandasnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020