Home
Minggu, 05/07/2020 - 11:32:28 WIB
19 Hotspot Tersebar di Wilayah Riau Hari ini
Minggu, 05/07/2020 - 10:23:06 WIB
Massa umat Islam dan para santri di depan Polres Tasikmalaya
Minggu, 05/07/2020 - 10:13:50 WIB
Pria di India Ini Pakai Masker Corona Berlapis Emas 60 Gram
Minggu, 05/07/2020 - 09:59:36 WIB
Tito Karnavian Ajak Influencer Medsos Mainkan Isu Penanganan Covid-19 di Pilkada
Sabtu, 04/07/2020 - 20:52:20 WIB
Publik Ingin Yasonna dan Luhut Hilang dari Kabinet
Sabtu, 04/07/2020 - 20:51:33 WIB
Pelaku Penganiaya Ojek Online Sudah Diamankan
Sabtu, 04/07/2020 - 13:43:56 WIB
Ini Kronologis OTT Bupati Kutai Timur Terkait Suap Proyek
Sabtu, 04/07/2020 - 13:27:25 WIB
Nama Ahok Diisukan Masuk Sebagai Menteri Jika ada Reshuffle, Andre Rosiade: Nggak Ada Prestasinya
Sabtu, 04/07/2020 - 12:37:00 WIB
Kocak Nih, Menteri Jokowi Jualan Kalung Anti Corona
Jumat, 03/07/2020 - 22:54:32 WIB
Pemko Akan Tutup Mal Pekanbaru dan Isolasi Pegawai Lain
Jumat, 03/07/2020 - 22:16:57 WIB
Karyawan Tenan Positif Covid-19, Pihak Mal Pekanbaru Minta Pengunjung Tetap Tenang
Jumat, 03/07/2020 - 17:02:50 WIB
Tracing Pasien Positif Corona di Kuasing, 75 Orang Diswab Massal
 
Risiko Stroke Ancam Bagi yang Tidur Terlalu Lama
Waspada, Risiko Stroke Ancam Bagi yang Tidur Terlalu Lama, Ini Sebabnya

Kamis, 19/12/2019 - 07:30:53 WIB

Politikriau.com JAKARTA - Tidur cukup dan berkualitas jadi salah satu penentu kondisi kesehatan seseorang. Penelitian teranyar menemukan, kebiasaan tidur lebih dari sembilan jam setiap malam atau istirahat di siang hari dalam waktu lama dapat memicu peningkatan risiko stroke.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Neurology ini mencari hubungan antara kebiasaan tidur dengan risiko stroke. Para peneliti memantau kebiasaan tidur partisipan yang disertai dengan pemeriksaan fisik selama enam tahun.

Sebanyak lebih dari 31 ribu orang dewasa terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini. Partisipan merupakan mereka yang tak memiliki riwayat stroke atau gangguan kesehatan terkait lainnya.

Dikutip dari CNNIndonesia, peneliti menemukan, partisipan yang tidur selama sembilan jam atau lebih 23 persen lebih mungkin mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidur selama delapan jam atau kurang. Sementara waktu tidur siang selama 90 menit dikaitkan dengan kemungkinan stroke 25 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya menghabiskan waktu 30 menit untuk beristirahat.

Partisipan yang melakukan keduanya-tidur sembilan jam atau lebih pada malam hari dan beristirahat selama 90 menit pada siang hari-85 persen lebih mungkin terkena stroke dibanding mereka yang tidur dalam waktu ideal.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan, partisipan dengan kualitas tidur yang buruk melaporkan 29 persen lebih mungkin mengalami stroke dibanding mereka yang tidur cukup.

Namun, perlu dicatat, peneliti tak memasukkan faktor gaya hidup lainnya seperti aktivitas fisik dan pola makan sebagai pertimbangan.

"Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dengan pasti hubungan antara waktu tidur di malam dan siang hari dengan risiko stroke," ujar penulis studi dari Huangzhong University of Science and Technology, Xiaomin Zhang, melansir The Independent.

Sebelumnya, sebuah penelitian lain menunjukkan, orang yang terbiasa tidur dalam waktu lama cenderung mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat dan ukuran lingkar pinggang yang bertambah. Keduanya diketahui merupakan faktor risiko stroke.

"Tidur dalam waktu lama mengindikasikan gaya hidup tidak aktif yang juga dikaitkan dengan risiko stroke," kata Zhang.

Sejauh ini, tak ada durasi tidur ideal yang bisa dijadikan patokan. Namun, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur selama 7-9 jam per hari. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020