JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra."> JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Bup" />
Home
 
KPK Dalami Aliran Dana Mantan Bupati Cirebon ke Acara PDI-P
Kasus Dugaan Pencucian Uang, KPK Dalami Aliran Dana Mantan Bupati Cirebon ke Acara PDI-P

Rabu, 09/10/2019 - 07:34:00 WIB

Politikriau.com JAKARTA
- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mendalami dugaan tindak
pidana pencucian uang yang menjerat Bupati Cirebon Sunjaya
Purwadisastra.


Salah satu hal yang didalami adalah aliran dana tindak pidana tersebut ke acara Kongres Pemuda 2018 yang digelar PDI Perjuangan.

Juru
Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidiknya telah memeriksa salah
seorang kader PDI-P bernama Nico Siahaan terkait pendalaman kasus
tersebut.

"Satu
orang anggota DPR RI sudah kami periksa dalam penyidikan kasus
pengembangan yang baru ini, saudara Nico Siahaan sudah kami periksa
karena yang bersangkutan punya peran dalam acara itu," kata Febri,
Selasa (8/10/2019) dikutip dari Kompas.

Febri
mengatakan, dugaan aliran dana ke acara partai besutan Megawati
Soekarnoputri tersebut sebenarnya telah terungkap di dalam sidang kasus
jual beli jabatan yang juga melibatkan Sunjaya sebelumnya di Pemkab
Cirebon.

"Sudah
terungkap di fakta persidangan itu ada pengembalian Rp 250 juta. Nah
diduga uang 250 juta ini berasal dari Bupati Cirebon (Sunjaya)," ujar
Febri.

Ketika
ditanya apakah ada kader PDI-P yang akan diperiksa kembali mengenai
kasus ini, Febri pun mengonfirmasinya. Hanya saja, ia tidak menyebut
detail siapa yang akan diperiksa.

"Nanti jika dibutuhkan lagi, dapat dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait," kata Febri.

Diberitakan
sebelumnya, penyidik KPK menetapkan eks Bupati Cirebon Sunjaya
Purwadisastra sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang.

Dikutip
dari Tribunnews.com, Sunjaya diduga menggunakan uang hasil suap serta
gratifikasi yang diterimanya sebesar Rp 51 miliar ke dalam bentuk lain.

Salah satunya, digunakan untuk membantu acara Kongres Pemuda yang digelar PDI-P pada 2018 lalu, yaitu sebesar Rp 250 juta. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018