INHIL- Dua ekor harimau Sumatera beberapa hari belakangan ini menampakan diri di pemukiman warga Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Akibatnya murid sekolah "> INHIL- Dua ekor harimau Sumatera beberapa hari belakangan ini menampakan diri di pemukiman warga Sinar Danau, Desa Tanjung Si" />
Home
 
Dua Ekor Harimau Sumatera
Dua Ekor Harimau Sumatera di Inhil Berkeliaran di Pemukiman, Aktivitas Warga Lumpuh

Selasa, 01/10/2019 - 23:31:38 WIB

Politikriau.com INHIL-
Dua ekor harimau Sumatera beberapa hari belakangan ini menampakan diri
di pemukiman warga Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan
Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Akibatnya murid sekolah
dasar yang ada di Sinar Danau diliburkan, serta masyarakat sekitar
lumpuh dalam melakukan aktivitas.


Diketahui
harimau Sumatera tersebut pernah muncul sejak beberapa tahun terakhir
dan menewaskan korban saat bekerja di kebun. Kini kembali menampakkan
diri, pada Minggu (29/9/2019). Harimau tersebut menampakan diri di dekat
rumah warga yang bernama Mus. Dan Senin (30/9) kembali menampakan diri
di sekitaran danau dekat rumah salah satu guru sekolah dasar.

Kepala
Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Rayo Ridho saat dikonfirmasi
awak media, Selasa (1/10/2019) melalui sambungan seluler mengatakan ia
dan warga sekitar merasa binggung kenapa harimau Sumatera tersebut
berkeliaran di pemukiman warga.

"Dengan
terpaksa murid sekolah dasar diliburkan. Kami sudah surati Bupati,
Dandim dan Kapolres untuk segera menangkap harimau tersebut, agar
dievakuasi karena sudah meresahkan masyarakat," kata Rayo Ridho.

Dikatakannya, di desa tersebut sudah memakan lima korban, terhitung dari tahun 2016 sampai 2019 ini.

"Saat
ini pihak BKSD Provinsi Riau sudah turun ke lokasi, tetapi belum ada
titik terang tentang evakuasi harimau tersebut. Apakah ditembak atau
dipasang prangkap," ungkapnya.

Kemudian
sebut Ridho, evekuasi sangat mudah, karena memasang CCTV untuk
mengetahui titik keberadaan harimau tersebut. Dan ia menyebutkan bahwa
masalah ini bukan lagi jadi sorotan daerah, tapi dokter hewan dan
peneliti hewan dari luar negeri sudah datang di desa tersebut.

Dia
berharap secepat mungkin baik pihak Pemerintah Kabupaten Inhil bahkan
Provinsi Riau untuk mengatasi masalah ini dan bagaimana tindak lanjutnya
apakah dievaksuasi atau lainnya.


"Saat
ini perekonomian di sini lumpuh, karena takutnya warga untuk
beraktivitas di luar rumah. Untuk saat ini kami selalu ronda bergilir,
tetapi pihak kepolisian dan lainnya belum menemani kami ronda,"
tutupnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018