Pitikriau. com JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Pekanbaru, Riau, tidak menyurutkan tim Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat dalam mengejar jaringan narkoba. Meski asap pekat "> Pitikriau. com JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Pekanbaru, Riau, tidak menyurutkan ti" />
Home
 
Polisi Sempat Kehilangan Jejak
Tangkap Kurir Narkoba di Tengah Kabut Asap Pekanbaru, Polisi Sempat Kehilangan Jejak

Minggu, 22/09/2019 - 18:56:15 WIB

Pitikriau. com JAKARTA
- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi
di wilayah Pekanbaru, Riau, tidak menyurutkan tim Satuan Narkoba Polres
Jakarta Barat dalam mengejar jaringan narkoba. Meski asap pekat
menyelimuti hampir membuat target lolos dari


Kasat
Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengatakan timnya yang
dipimpin oleh AKP Arif Permana Oktora, awalnya berangkat ke Pekanbaru,
Riau setelah mendapatkan informasi terkait adanya jaringan narkoba
internasional yang hendak membawa masuk sejumlah narkoba ke Jakarta.

"Tim
kemudian kami luncurkan ke Pekanbaru, Riau untuk melakukan surveillance
selama satu bulan di sana," kata AKBP Erick dalam keterangannya, Minggu
(22/9/2019) dikutip dari Detik.

Tim
mendapatkan informasi ciri-ciri kurir yang akan mengantar barang
tersebut. Semula, pelaku berinisial ZK dibuntuti sejak dari Medan,
Sumatera Utara.

Pelaku kemudian melakukan perjalanan darat ke Pekanbaru, Riau. Polisi sempat kehilangan jejaknya saat itu.

"Sampai kemudian dia tiba di Pekanbaru, Riau pada Selasa (17/9) dan tersangka ini sempat menghilang selama semalam," ujarnya.

Hingga
akhirnya, polisi melacak kembali pelaku dan pelaku berhasil diamankan
di Pekanbaru, Riau pada Kamis (19/9). Barang bukti 10 paket besar sabu
disita polisi dari pelaku.

Sementara
itu AKP Arif Oktora menjelaskan timnya sempat kehilangan jejak pelaku
lantaran kabut asap yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Jarak pandang yang
terbatas sempat menyulitkan polisi dalam melakukan pengejaran terhadap
pelaku.

"Anggota
nggak bisa maksimal karena kabut asap. Pelaku ini pun baru ketemu lagi
dua malam kemudian atau pada Kamis (19/9)," jelas Arif.

Selain
masalah jarak pandang, pelaku yang menutupi wajahnya dengan masker juga
membuat polisi sulit mengidentifikasi pelaku. Arif menduga, pelaku
sengaja melakukan transaksi narkoba untuk menghilangkan jejaknya.

"Karena dia pakai masker juga, itu yang bikin susah, sedangkan jarak pandang kita juga terbatas," tuturnya.

Meski demikian, polisi tidak patah semangat. Hingga pada Kamis (19/9), tim menemukan pelaku di dekat terminal. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018