Home
 
OJK Terus Ingatkan Warga Bahaya Gunakan Jasa Fintech Ilegal,
OJK Terus Ingatkan Warga Bahaya Gunakan Jasa Fintech Ilegal, Ada yang Foto Bugil Disebar

Jumat, 13/09/2019 - 22:30:32 WIB

Politikriau.com JAKARTA -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat waspada terhadap
tawaran pinjaman melalui pesan seluler. Pasalnya, tawaran tersebut
biasanya berasal dari financial technology (fintech) tak berizin atau
ilegal.

"Percuma juga (nomor) diblokir karena itu adalah mesin.
Ada dugaan kalau sering dikirim SMS pinjaman daring berarti nomor kita
pernah digunakan pihak lain untuk transaksi tidak bertanggung jawab,"
ujar Deputi Direktur Pengaturan Penelitian dan Pengembangan Fintech OJK
Munawar seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/9/2019).

Munawar
mengibaratkan fintech ilegal yang bergerak di bidang pinjaman daring
seperti monster yang sulit diberantas. Kondisi itu tak lepas dari
kebutuhan uang masyarakat yang tidak diimbangi dengan pemahaman
teknologi informasi yang memadai.

"Karena cara meminjamnya
gampang, saat butuh uang pinjam ke saudara sulit, tiba-tiba ada SMS
masuk menawarkan pinjaman, dalam 1 jam masuk ke rekening. Padahal, lupa
bunganya sangat tinggi," tuturnya di cnn.

Hingga saat ini,
sambungnya, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK telah menutup
1.350 fintech ilegal berdasarkan penyelidikan server yang mayoritas
berada di luar negeri. Upaya pemberantasan itu dilakukan karena kegiatan
usahanya berpotensi merugikan masyarakat.

Sebagai gambaran,
selain menawarkan tawaran kredit melalui pesan seluler, ciri lain
fintech ilegal adalah cara penagihan yang kasar dan cenderung
mempermalukan peminjam. Bahkan, fintech ilegal tak segan melakukan
perundungan saat menagih.

Pada saat pinjaman jatuh tempo, seorang
peminjam biasanya akan dihubungi untuk penagihan. Jika tidak dibayar,
peminjam akan menerima pesan penagihan mulai dari kata-kata halus hingga
kasar. Bahkan, lanjutnya, ada yang diteror setiap satu jam.

Apabila
tidak digubris, pengelola fintech ilegal mulai mengirim pesan ke
seluruh nomor kontrak yang ada di daftar kontak telepon genggam peminjam
mulai dari teman, tetangga, hingga keluarga.

"Bahkan, ada yang sempat foto bugil disebar ke seluruh nomor kontak," paparnya.

Munawar
mengingatkan sebaiknya hanya 3 fitur penting telepon seluler yang bisa
diakses fintech yaitu kamera, microphone, dan lokasi. "Di luar itu tidak
boleh, apalagi jika tidak ada hubungan dengan peminjaman. Misalnya,
nomor kontak, foto, hingga data telepon genggam," tuturnya.

Menurut
Munawar, peminjam sulit melaporkan tindakan fintech ilegal kepada
aparat kepolisian karena belum ada undang-undang khusus soal
perlindungan data pribadi.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur
terjebak pada fintech ilegal dan belum mampu melunasi pinjamannya,
Munawar menyarankan cara terbaik untuk menyelesaikannya adalah meminta
restrukturisasi pembayaran. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018