Home
Minggu, 05/07/2020 - 11:32:28 WIB
19 Hotspot Tersebar di Wilayah Riau Hari ini
Minggu, 05/07/2020 - 10:23:06 WIB
Massa umat Islam dan para santri di depan Polres Tasikmalaya
Minggu, 05/07/2020 - 10:13:50 WIB
Pria di India Ini Pakai Masker Corona Berlapis Emas 60 Gram
Minggu, 05/07/2020 - 09:59:36 WIB
Tito Karnavian Ajak Influencer Medsos Mainkan Isu Penanganan Covid-19 di Pilkada
Sabtu, 04/07/2020 - 20:52:20 WIB
Publik Ingin Yasonna dan Luhut Hilang dari Kabinet
Sabtu, 04/07/2020 - 20:51:33 WIB
Pelaku Penganiaya Ojek Online Sudah Diamankan
Sabtu, 04/07/2020 - 13:43:56 WIB
Ini Kronologis OTT Bupati Kutai Timur Terkait Suap Proyek
Sabtu, 04/07/2020 - 13:27:25 WIB
Nama Ahok Diisukan Masuk Sebagai Menteri Jika ada Reshuffle, Andre Rosiade: Nggak Ada Prestasinya
Sabtu, 04/07/2020 - 12:37:00 WIB
Kocak Nih, Menteri Jokowi Jualan Kalung Anti Corona
Jumat, 03/07/2020 - 22:54:32 WIB
Pemko Akan Tutup Mal Pekanbaru dan Isolasi Pegawai Lain
Jumat, 03/07/2020 - 22:16:57 WIB
Karyawan Tenan Positif Covid-19, Pihak Mal Pekanbaru Minta Pengunjung Tetap Tenang
Jumat, 03/07/2020 - 17:02:50 WIB
Tracing Pasien Positif Corona di Kuasing, 75 Orang Diswab Massal
 
109 Santriwati Terpapar ISPA
109 Santriwati di Pekanbaru Terpapar ISPA

Senin, 09/09/2019 - 20:45:41 WIB

Politikriau.com-
Ratusan santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru terpapar
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ada 109 yang terpaksa libur
akibat terpapar kabut asap.

Kasi PD Pontren Kemenag Kota
Pekanbaru, Abdul Wahid mengatakan, sebagian ada yang sakit, sebagian
lain ada yang diizinkan pulang. "Untuk santriwati yang terdampak asap
saat ini sudah menghabiskan 12 tabung oksigen," kata Abdul, Senin
(9/9/2019).

Sebelumnya, proses belajar mengajar dihentikan,
santri masih sempat belajar dengan memperpendek waktu jam pembelajaran.
Namun melihat situasi kabut asap yang makin tebal, Ponpes yang berada di
Jalan Melur Indah Nomor 23, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya,
akhirnya memutuskan meliburkan santriwati.

"Dapat informasi,
langsung cek kondisi santri di sana. Tadi lihat kondisi santri yang
dirawat di kamar saat menggunakan tabung oksigen," ungkapnya.

Data
santriwati yang tidak hadir karena terpapar ISPA terbanyak di kelas
tiga, yaitu 27 santriwati. Di kelas enam sebanyak 25 santriwati, kelas
lima 19 santriwati, kelas dua 18 santriwati, kelas satu 13 santriwati
dan kelas empat ada tujuh santriwati.

"Kepada pihak Diskes untuk dapat mengunjungi pesantren-pesantren untuk memberikan bantuan masker," kata dia.

Ia
berharap Diskes bisa memberikan sosialisasi kepada pesantren, santri
maupun orangtua terkait cara penanggulangan jika terpapar asap. "Kalau
bisa Diskes datang memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Ponpes.
Karena mereka banyak yang tidak tahu harus mengadu kemana," jelasnya.

Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Diskes Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan akan
segera berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Tenayan Raya. Kata dia, sebaiknya pimpinan Ponpes berkoordinasi dengan
Puskesmas Tenayan Raya.

"Nanti kami siap bantu pelayanan," kata Amin.

Selain
dari Ponpes, pihaknya belum ada menerima laporan lainnya terkait siswa
yang terpapar ISPA. Meski begitu, jika diperlukan pihaknya siap membantu
dan memberikan pelayanan kepada pasien.

"Untuk pendidikan belum ada yang masuk. Kami siap membantu," kata dia.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020