Home
Kamis, 04/06/2020 - 19:09:47 WIB

Selasa, 02/06/2020 - 20:39:09 WIB
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Selasa, 02/06/2020 - 20:07:41 WIB
Banyak Calon Penumpang Ditolak Terbang
Selasa, 02/06/2020 - 19:40:05 WIB
Hari Ini Dua PDP di Pekanbaru Meninggal Dunia, Jubir Sebut Keduanya berasal dari Kecamatan Ini
Selasa, 02/06/2020 - 19:17:40 WIB
Direstui Yasonna Laoly, Gelombang Rakyat Indonesia Kini Resmi Disebut Partai Politik
Selasa, 02/06/2020 - 10:50:52 WIB
WHO Konfirmasi Virus Ebola di Kongo, Netizen: Semoga Enggak Jadi Pandemi Baru
Selasa, 02/06/2020 - 06:39:27 WIB
Sulit Tidur Saat Pandemi, Alasan Dwi Sasono Hisap Ganja
Selasa, 02/06/2020 - 06:28:45 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
Senin, 01/06/2020 - 14:13:32 WIB
MPR Desak Polri Tak Tahan Ruslan Buton Karena Pakai Pasal Karet
Senin, 01/06/2020 - 14:12:38 WIB

Senin, 01/06/2020 - 13:03:18 WIB
Bulan Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Presiden Jokowi
Senin, 01/06/2020 - 13:02:30 WIB
Polsek Daha Selatan Diserang, 1 Polisi Meninggal Disabet Samurai
 
Ikan Asin Bisa Picu Kanker
Hati-hati, Ikan Asin Bisa Picu Kanker, Bagaimana Mencegahnya?

Minggu, 14/07/2019 - 11:19:20 WIB

Politikriau.com JAKARTA - Ikan asin menjadi makanan favorit hampir seluruh masyarakat Indonesia. Namun konsumsi terlalu banyak dan sering berisiko mengakibatkan kanker saluran cerna mulai bibir hingga mulut.

Untuk mencegah risiko tersebut, dokter ahli radiasi onkologi dr Denny Handoyo Kirana, Sp.Rad(K)Onk, menyarankan lebih bijak memilih ikan asin. Bahan dan kesegaran ikan mempengaruhi kualitas ikan asin.

"Mau beli di pasar atau pinggir pantai, pastikan tahu proses pembuatan dan kesegaran ikan yang digunakan. Risiko kanker makin besar dengan penggunaan pengawet, misal formalin dan boraks," kata dr Denny dikutip dari Detik.

Ikan asin yang akan dikonsumsi sebaiknya hanya menggunakan garam laut asli tanpa pengawet. Hal ini berlaku untuk semua jenis produk ikan asin, yang akan dikonsumsi masyarakat umum.

Ikan asin memang menjadi faktor risiko kanker, namun asupan ini tidak bertanggung jawab sendirian. Menurut dr Denny, kanker yang merupakan mutasi sel diakibatkan berbagai faktor dengan paparan berulang. Faktor ini mencakup gaya hidup, geografi, dan ekonomi masyarakat. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020