Home
Kamis, 04/06/2020 - 19:09:47 WIB

Selasa, 02/06/2020 - 20:39:09 WIB
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Selasa, 02/06/2020 - 20:07:41 WIB
Banyak Calon Penumpang Ditolak Terbang
Selasa, 02/06/2020 - 19:40:05 WIB
Hari Ini Dua PDP di Pekanbaru Meninggal Dunia, Jubir Sebut Keduanya berasal dari Kecamatan Ini
Selasa, 02/06/2020 - 19:17:40 WIB
Direstui Yasonna Laoly, Gelombang Rakyat Indonesia Kini Resmi Disebut Partai Politik
Selasa, 02/06/2020 - 10:50:52 WIB
WHO Konfirmasi Virus Ebola di Kongo, Netizen: Semoga Enggak Jadi Pandemi Baru
Selasa, 02/06/2020 - 06:39:27 WIB
Sulit Tidur Saat Pandemi, Alasan Dwi Sasono Hisap Ganja
Selasa, 02/06/2020 - 06:28:45 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
Senin, 01/06/2020 - 14:13:32 WIB
MPR Desak Polri Tak Tahan Ruslan Buton Karena Pakai Pasal Karet
Senin, 01/06/2020 - 14:12:38 WIB

Senin, 01/06/2020 - 13:03:18 WIB
Bulan Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Presiden Jokowi
Senin, 01/06/2020 - 13:02:30 WIB
Polsek Daha Selatan Diserang, 1 Polisi Meninggal Disabet Samurai
 
Ribuan Warga Pekanbaru Mengidap HIV dan AIDS
Ribuan Warga Pekanbaru Mengidap HIV dan AIDS, 182 Meninggal Dunia

Selasa, 09/07/2019 - 23:06:44 WIB

Politikriau.com PEKANBARU - Sepanjang tahun 2018 lalu, 3.057 warga Kota Pekanbaru mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). 182 diantaranya meninggal dunia.

Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, dirincikan sebanyak 1.625 mengidap HIV dan 1.432 pengidap AIDS.

"Untuk yang meninggal dunia ada 182 orang, 16 orang HIV dan 166 orang yang mengidap AIDS," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Maisel Fidayesi, Selasa (9/7/2019).

Maisel mengungkap, mayoritas warga yang terjangkit dua penyakit mematikan itu adalah pekerja swasta yang berumur mulai 25 sampai 49 tahun. Ia juga mengungkap di kalangan ibu rumah tangga disominasi oleh AIDS sebanyak 163 orang. Sementara HIV hanya 140 orang.

Sementara, untuk penjaja seks komersial angka tertinggi adalah pengidap HIV yakni sebanyak 216 orang dan AIDS hanya 54 orang.

"Dari jumlah total, pengidap HIV 34 persen adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Sedangkan dari 1.432 pengidap AIDS, 24 persen  atau 344 perempuan dan 1.088 atau 76 persen laki-laki," jelasnya.

Dari faktor resiko, memang kata Maisel heteroseksual (berganti-ganti pasangan) masih menjadi faktor tertinggi peneluaran dua penyakit tersebut. Yakni mencapai 2.407 orang. Selanjutnya Biseksual 555 orang dan homoseksual 118 orang.

"Untuk 2019 kita sudah lakukan tes terhadap 4.764 orang. Dari jumlah itu kita mencatat ada 68 orang positif," jelasnya.

Melihat hal tersebut, Maisel mengimbau agar masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat. "Efek dari hubungan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan, baru akan terasa 10 sampai 15 tahun ke depan," kata dia.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020