Home
 
Program Gas Rumah Tangga Pekanbaru Terealisasi dengan Baik

Senin, 26/02/2018 - 02:25:52 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat pembangunan jaringan gas bumi ke rumah penduduk di  12 kecamatan. Pembangunan jaringan gas ini untuk mendukung program pemerintah menuju penghematan energi bersubsidi yakni elpiji tiga kilogram.

"Program ini adalah bentuk terobosan Pekanbaru menuju kota pintar atau smart city melalui perwujudan smart energy dan smart economy," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru Ingot Achmad Hutasuhut, Ahad (25/2).

Ingot menyebutkan, Pemko Pekanbaru mendukung program pengembangan jaringan gas dengan mulai berbenah melakukan pemasangan pipa gas secara bertahap pada 12 kecamatan. "Diharapkan melalui jaringan gas kota ini masyarakat bisa mengakses energi dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas," ujarnya.

Di samping itu, lanjut dia, dengan kapasitas yang besar, gas kota juga diharapkan akan mendorong tumbuh kembangnya industri rumah tangga sehingga secara tidak langsung akan menghemat penggunaan energi dari elpiji bersubsidi atau khususnya gas tiga kilogram yang selama ini selalu membebani keuangan negara.

"Tidak ada lagi kelangkaan, gas kosong dan mahal serta kendala lain yang dialami saat menggunakan gas kota," ujar dia.

Apalagi, menurut dia, program Kota Pekanbaru berjaringan gas ini juga sejalan dengan momentum Kementerian ESDM untuk pemasangan gas kota di seluruh Indonesia. Pekanbaru langsung menangkap peluang tersebut dengan membangun jaringan pipa gas pada 2015 untuk satu Kecamatan Limapuluh.

"Kemudian pada pertengahan 2016 bisa dilaksanakan Gas In yang peluncurannya oleh Walikota Pekanbaru di Kecamatan Limapuluh dengan jumlah pemasangan sebanyak 3.713 sambungan rumah tangga," tutur dia.

Berlanjut pada 2017 Pekanbaru kembali dipasangi jaringan gas pada Kecamatan Sail dan sebagian Pekanbaru Kota sebanyak lebih dari 3.000 sambungan. "Untuk selanjutnya Pemko Pekanbaru telah mengusulkan 10.000 sambungan bagi Kecamatan Sukajadi, Marpoyan Damai, dan Kecamatan Bukit Raya," ujarnya.

Foto Aroel El Mandah.

Pelaksana Tugas Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, Ssi

Pelaksana Tugas Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, SSi mengharapkan program tersebut dapat memenuhi kebutuhan gas rumah tangga di ibukota Provinsi Riau. Sebab, animo masyarakat untuk mendapatkan gas rumah tangga ini cukup tinggi.
 
"Kami melihat animo masyarakat cukup tinggi, yang meminta penambahan jaringan gas tersebut ke kecamatan lain," kata Ayat.

Dikatakan Ayat, keberhasilan masuknya jaringan gas rumah tangga ke masyarakat tidak lepas dari adanya peran serta dan dukungan masyarakat sehingga pembangunan city gas berjalan tanpa kendala.

"Seperti ketika pemasangan pipa gas dan instalasi harus dikawal oleh SKPD terkait sehingga tidak ada kendala. Untuk itu, ini perlu dukungan semua pihak dan saya berharap Pekanbaru bisa mencontoh Pemda Prabumulih yang telah sukses menjalankan program ini," ungkapnya.

Foto Aroel El Mandah.

Kadisperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasoit bersama warga penerima manfaat

Ayat menyebut, Kota Prabumulih menjadi kota percontohan dimana pemerintah maupun warganya sangat kooperatif dan mendukung program Jaringan Nasional (Jargas). Kedua faktor itu menjadi kunci penting keberhasilan program jargas yang bisa ditiru kota/kabupaten lain di Indonesia.

Warga yang merasakan manfaat city gas ini mangaku sangat terbantu ketika sulitnya mendapatkan gas elpiji. Seperti warga Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Asri (36) yang sudah menggunakan jaringan gas rumah tangga atau city gas sejak bulan Maret tahun lalu.
 
Ia menuturkan, ada keunggulan city gas dibanding gas elpiji, diantaranya penggunaannya yang mudah, persediannya melimpah dan hemat. "Sekarang tidak perlu takut, tinggal dinyalakan saja, sudah gampang, tiap akhir bulan bayar tagihannya," ujarnya.

Foto Aroel El Mandah.

Instalasi City Gas Pekanbaru di salah satu rumah warga Kecamatan Limapuluh

Selain itu, setiap bulan dirinya hanya membayar sebesar Rp50 Ribu hingga Rp60 Ribu untuk gas yang dipakainya. Kata dia, besar biaya yang dikeluarkan tergantung penggunaan gas. Hal ini dirasakannya sangat murah jika dibandingkan dengan menggunakan gas tabung.
 
"Pipanya aman, sementara untuk jaringan sampai ke dapur sudah dirancang langsung oleh ahlinya dari pertagas," imbuhnya. (adv/kominfo)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk