Home
 
Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Golkar Minta Jatah Cawapres

Jumat, 24/11/2017 - 14:22:09 WIB

JAKARTA - Dewan Pakar Partai Golkar Indra J Piliang mengatakan, pergantian Setya Novanto dari ketua umum partai membuka peluang arah dukungan terhadap Joko Widodo dalam pemilu 2019 berubah.

Semua itu, kata dia, tergantung siapa pihak yang akan menjadi ketua umum partai Beringin itu. Apabila ketua umum melanjutkan periode Novanto, maka diyakini Golkar akan tetap mendukung Jokowi.

"Apakah ketua umumnya yang baru ini sama dengan pak Novanto 2017-2019 itu yang dibicarakan. Ataukah kami tutup saja yang dibicarakan yang dipilih nanti ketua umum untuk periode 2017-2021, artinya tidak melanjutkan Pak Novanto kan sampai 2019," kata Indra pada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Indra menegaskan, apabila ketua umum yang baru tetap mendukung Jokowi di pemilu 2019, maka Golkar harus memberikan posisi tawar. Atau meminta posisi strategis.

"Kalau saya sih ngomongnya terus terang aja kalau memang itu yang terjadi calon wakil presiden dari Golkar kursi menteri harus empat dari Golkar ya harus begitu kan sudah dua tahun terakhir," ujar Idra.

Menurut dia, apabila itu tidak disetujui, sebaiknya Golkar balik arah. "Kalo nggak keluar aja untuk apa capek kita dituduh segala macam," ujar Indra.

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali menjadi tersangka dugaan korupsi KTP-el oleh KPK. Novanto pun sudah menjadi tahanan KPK. Novanto membantah tuduhan KPK.

Penetapan dan penahanan Novanto memunculkan permintaan Munaslub untuk menggusur posisi Novanto dari ketua umum. Sejumlah elit meminta Munaslub untuk menggantikan Novanto segera dilakukan.

Hasil rapat pleno Golkar memberikan kesempatan pada Novanto yang tengah mengajukan gugatan praperadilan. Apabila Novanto menang, jabatan ketua umum akan kembali didapatkan. Namun, apabila kalah, Munaslub akan dilakukan. (red)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk