">
Home
 
Begini Jika Bule Membawakan Musik Keroncong

Minggu, 08/10/2017 - 16:18:26 WIB

JAKARTA - Ditengah konser "Musik Keroncong: Indahnya Kebersamaan" Sinten Remen memanggil penyanyi wanita muda berbakat yaitu Millane Fernandez yang tampil cantik dengan balutan kebaya.

Millane Fernandez tampil menghibur penikmat seni dengan suara merdunya dalam lagu Bubuy Bulan dan Hitam Manis. Kemeriahaan sore hari dilanjutkan dengan dibawakannya lagu I Will Always Love You yang dipopulerkan oleh Whitney Houston dalam kemasan musik keroncong yang menghibur oleh Sinten Remen.

Konser Musik Keroncong Indahnya Kebersamaan ini kemudian ditutup oleh lagu All Night Long yang dipopulerkan oleh Lionel Richie dan serentak tepuk tangan penonton pun terdengar meriah.

Sinten Remen kali pertama dibentuk di Bantul, Yogyakarta. Waktu itu, akibat dari penilaian dan kegelisahan para penggemar orkes keroncong yang sejak dulu hingga sekarang ini perkembangan musik orkes keroncong bisa dikatakan "jalan di tempat".

Untuk itu, pada 1997, dibentuk satu komunitas musik keroncong yang kemudian diberi nama Orkes Sinten Remen. Tidak memasukan kata Keroncong pada namanya, Orkes Sinten Remen  dibentuk untuk menindaklanjuti perkembangan musik secara multidimensi dan tidak membatasi musik lain untuk masuk dan dari segi penggarapan dan aransemen sendiri agar lebih cenderung bebas ke arah mana yang dituju.

"Sinten Remen sendiri sebenarnya merupakan tindak lanjut dari Orkes Keroncong Taman Budaya (OKTB) yang berdiri kurang lebih pada tahun 1980-an," kata Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Minggu (8/10/2017).

Orkes Sinten Remen bisa dikatakan urakan dan ndhugal, bahkan sering disebut kenthir atau gila ini, mencoba mengolah kembali musik keroncong yang semula mapan dan cenderung menjadi klangenan (kegemaran) itu, menjadi musik yang lebih progresif.

Progresivitas itu tampak antara lain dalam irama, beat, dan juga syair-syair yang tidak lagi berbau "rayuan pulau kelapa" alias romantik belaka, melainkan lebih kontekstual dengan keadaan dan kondisi sekarang ini.

Aransemen "dikopyok", itulah konsep bermusik orkes Sinten Remen. Yaitu, cara bermusik yang tidak ikut aturan main yang berlaku. Konsep bermusiknya didasarkan dari musik keroncong. Jenis musik yang pernah amat populer pada zamannya.

Semula keroncong memiliki kekayaan model "tetabuhan", seperti keroncong stambul, keroncong langgam, keroncong moresko, juga jenis "keroncong tugu" yang kini berhenti sebagai "musik kelangenan". (nnc)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk