KABAR gembira bagi Anda yang telah menantikan film "Merah Putih Memanggil". Bertepatan dengan HUT TNI ke-72, film yang menampikan aksi heroik prajurit TNI tersebut rilis hari ini, Kamis (5/10/2017)."> KABAR gembira bagi Anda yang telah menantikan film "Merah Putih Memanggil". Bertepatan dengan HUT TNI ke-72, film yang menam" />
Home
 
Film Merah Putih Memanggil Meriahkan HUT TNI ke-72, Lihat Ini Video Trailernya

Kamis, 05/10/2017 - 14:13:43 WIB

JAKARTA - Kabar gembira bagi Anda yang telah menantikan film "Merah Putih Memanggil". Bertepatan dengan HUT TNI ke-72, film yang menampikan aksi heroik prajurit TNI tersebut rilis hari ini, Kamis (5/10/2017).

Diluncurkannya "Merah Putih Memanggil" hari ini, memang sengaja untuk memeriahkan ulang tahun TNI. Film yang tayang perdana ini pun langsung menyedot perhatian netizen. Terbukti, di lini masa Twitter Indonesia, film tersebut langsung jadi trending topic.

Dari pantauan, banyak pengguna Twitter menuliskan cuitannya terkait film yang disutradarai Mirwan Suwarso tersebut.

"5 Oktober Dirgahayu TNI (Tentara Nasional Indonesia) MERAH PUTIH MEMANGGIL #TesKuping," tulis @Kurn_Dita.

"Today! Now! Merah putih memanggil on cinemas," timpal @mutiaraaulia27.

Film yang dibintangi oleh sejumlah artis ternama seperti Prisia Nasution, Maruli Tampubolon, Ariyo Wahab dan Restu Sinaga ini mengisahkan aksi heroik prajurit TNI dalam membebaskan sandera.

Cerita film ini dimulai dengan adanya pembajakan kapal pesiar ukuran sedang berbendera Merah Putih di perairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional.

Satu orang awak kapal ditembak mati karena membangkang. Sementara empat orang awak kapal lainnya, termasuk kapten beserta tiga orang warga, satu dari Prancis, satu warga negara Kanada dan satu warga Korea Selatan diculik kemudian dibawa ke suatu daerah di bagian Selatan negara tetangga.

Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warganya diculik, termasuk Indonesia. TNI tak dapat berbuat banyak karena teroris berada di negara lain. Negara tetangga juga kewalahan menghadapi teroris tersebut lantaran negerinya sendiri tengah banyak masalah.

Namun atas izin negara tersebut, TNI diberi kesempatan membebaskan para sandera dengan diberi waktu 2x24 jam.

TNI pun menyusun rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan. TNI AD melakukan operasi tertutup dengan mengirim 1 tim dari Batalyon Anti Teror Kopassus yang diterjunkan malam hari secara free fall.

Dengan siap siaga, mereka akan dibantu pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini akhirnya dilibatkan. (rid)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk