CEGAH kolaps atau bangkrut, Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menggalakkan gerakan masyarakat sehat agar menekan jumlah peserta yang sakit. "> CEGAH kolaps atau bangkrut, Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menggalakkan gerakan masyarakat sehat a" />
Home
 
BPJS Kesehatan Diambang Kebangkrutan, Kini BPJS Galakkan Gerakan Masyarakat Sehat

Minggu, 13/08/2017 - 11:43:38 WIB

JAKARTA - Cegah kolaps atau bangkrut, Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menggalakkan gerakan masyarakat sehat agar menekan jumlah peserta yang sakit. Sebab, sebanyak 80% dari peserta mengalami sakit yang membuat BPJS Kesehatan terus mengalami defisit, bahkan tahun ini mencapai Rp9 triliun.

"Betul BPJS Kesehatan selalu defisit dan tahun ini mencapai Rp 9 triliun karena semuanya kuratif dan menunjukkan 80 persen peserta sakit," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat menghadiri diskusi Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Jambi, di Jambi.

Nina mencontohkan, selama ini untuk tindakan kuratif penyakit jantung untuk satu juta orang mengeluarkan biaya mencapai Rp 6,9 triliun dan gagal ginjal tindakan kuratif yang harus dikeluarkan mencapai Rp 2,5 triliun. Menurut dia, selama ini, 33 persen uang pendapatan BPJS Kesehatan dari iuran peserta digunakan untuk tindakan kuratif terhadap penyakit tidak menular.

Pada saat ini, kata Nila, kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat masih kurang. "Jadi, penyakit tidak menular seperti itu meningkat sekali sehingga saat ini kita harus mengubah perilaku untuk gerakan masyarakat sehat yang dimulai dari pendekatan keluarga," katanya menjelaskan.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut, kata Nila, dimulai pada 2014, yang sebelumnya hanya fokus pada tindakan kuratif dan tidak ada upaya atau pencanangan gerakan masyarakat sehat. "Sebelumnya siapa yang mau menjaga kesehatan kita, karena dulu semuanya kuratif dan tidak ada prefentif promotif untuk gerakan masyarakat sehat," kata Nila.

Oleh sebab itu, dirinya menggeser fokus yang dari sebelumnya kepada kuratif. Saat ini, lebih menekan terhadap upaya preventif promotif untuk kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik. "Ayo mari menggerakkan hidup sehat dengan pendekatan keluarga, jadi gerakan masyarakat hidup sehat ini yang harus diteruskan sehingga perubahan perilaku paradigma sehat terus ada," katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Andi Fauziah Pujiwatie Hatta mengatakan defisit BPJS Kesehatan ini bisa jadi bom waktu dan mempengaruhi layanan kesehatan bagi masyarakat.

Seperti diketahui, BPJS mengalami defisit mencapai Rp 6,23 triliun pada 2015. Sementara pada 2016 sekitar Rp 8,6 triliun dan Rp9 triliun 2017. Bahkan, pada 2018 diprediksi defisitnya mencapai Rp 10,05 triliun.

"Negara masih terus membantu menambal defisit dana yang tersedia di DJS (dana jaminan sosial). Seperti bom waktu, pada saatnya nanti dana di DJS tidak mencukupi lagi untuk menambal defisit yang ada," kata dia. (swc)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk