KETERLIBATAN Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP ternyata bukan isapan jempol belaka. Nama Novanto kembali disebut-sebut pada persidangan kasus ini. "> KETERLIBATAN Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP ternyata bukan isapan jempol belaka. Nama Novanto kembali dis" />
Home
 
Ganjar Akui Disetir Novanto dalam Kasus e-KTP

Kamis, 30/03/2017 - 17:03:47 WIB

JAKARTA - Keterlibatan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP ternyata bukan isapan jempol belaka. Nama Novanto kembali disebut-sebut pada persidangan kasus ini. Sebalumnya Novanto juga sering disebut turut berperan dalam mega proyek ini.

Dalam sidang kali ini, nama Novanto muncul dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersaksi untuk dua terdakwa Irman dan Sugiharto. Ganjar Pranowo mengaku pernah dapat titah langsung dari Novanto yang saat itu Ketua Fraksi Golkar untuk tidak galak-galak dalam pembahasan proyek e-KTP.

Permintaan Novanto itu disampaikan pada Ganjar sewaktu bertemu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini terungkap, ketika Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-butar membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Ganjar. Tidak bisa berkutik, Ganjar pun membenarkan percakapan dengan Novanto.

"Tiba-tiba itu, saya tiba di bandara, ketemu dan bersalaman, langsung Novanto bilang jangan galak-galak. Saya bilang, ya sudah beres," kata Ganjar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

Mendengar jawaban itu, hakim Jhon pun langsung mendalami kepada Ganjar soal "jangan galak-galak" dalam proyek e-KTP yang disampaikan Novanto itu.

Ganjar pun merasa maksud dari jangan galak-galak itu saat dirinya mengkritisi kesiapan proyek itu. Menurut Ganjar, pengadaan e-KTP ini akan dilaksanakan di seluruh Indonesia, sehingga persiapan harus dilakukan dengan matang.

Kemudian, mengenai keamanan data dari e-KTP tersebut, tambah Ganjar, apakah ada yang menjamin tak dibobol oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

"Iya, saat itu kita mau uji coba, kita kritisin. Apakah yakin tidak, karena akan digunakan seluruh Indonesia. Mungkin itu yang dianggap galak," kata Ganjar.

Dalam berkas dakwaan dua terdakwa kasus e-KTP Irman dan Sugiharto, Setya Novanto disebut bersama-sama melakukan korupsi saat menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR RI.
Perbuatan Novanto diawali dengan cara mendorong fraksi-fraksi di DPR agar mendukung proyek itu. Salah satunya adalah menyetujui anggaran tersebut.

Masih dalam dakwaan di Hotel Grand Melia Jakarta, para terdakwa bersama-sama dengan Andi Narogong dan Diah Anggraini melakukan pertemuan dengan Setya Novanto. Dalam pertemuan itu, Setya Novanto menyatakan dukungannya dalam pembahasan anggaran proyek penerapan KTP berbasis NIK secara nasional. [ilc]

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk